Kamis, 11 Desember 2008

Permukaan waduk hampir mencapai level banjir





Salah satu kejadian penting adalah naiknya air waduk Riam Kanan pada akhir bulan Juni 2006 karena intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu.
Seperti diketahui luas tangkapan air hujan (catchment area) adalah 1,043 km2, dan luas waduk 92 km2 (lihat foto aerial daerah waduk). Pada tanggal 16 Juni ketinggian air waduk sudah mencapai elevasi 60.0 m, dan mulai tanggal 26 Juni meningkat tajam mencapai EL 62.4 m pada 27 Juni pukul 01.30 WIT. Ketinggian air tersebut bertahan selama 3 jam, kemudian turun secara bertahap menjadi El 60.0 m selama 18 hari, sampai tanggal 15 Juli 2006.
Emergency Spillway merupakan saluran pembuangan air waduk melalui perbukitan di sebelah kiri bendungan (dari arah waduk) dan didesain untuk keadaan darurat bila ketinggian muka mencapai EL 63.0 yaitu permukaan air yang dikategorikan sebagai muka air banjir. Dengan ketinggian 60 cm di bawah permukaan air banjir, maka sebagian kawasan emergency Spillway sudah mulai terkikis. Sejumlah rumah di daerah waduk yang dibangun pada ketinggian kurang dari elevasi 62.00 terendam.
Sementara itu Service Spillway sebagai saluran pembuangan air waduk beroperasi bila level air mencapai EL 57 m, dengan kecepatan pembuangan 500 m3/detik. Jumlah air yang disalurkan selama 18 hari diperkirakan mencapai 750 juta meter kubik. Bandingkan dengan kapasitas penyimpanan air terbesar (gross) 1,200 juta m3, dan kapasitas penyimpanan air effektif 600 juta m3.
Secara umum tidak terjadi kerusakan berarti pada bangunan induk bendungan, namun pinggiran sungai di daerah tailrace tergerus dan perlu diperbaiki dengan memasang turap. Di daerah emergency Spillway juga perlu diadakan perataan tanah dan pembuangan lumpur, sehingga tidak mengganggu lalu lintas bagi warga yang berdiam disekitarnya.

Video dan foto dikirimkan oleh Bpk Muhlison Raharjo, karyawan PLN Sektor Barito. Gambar aerial daerah waduk diperoleh dari Google Earth, Desember 2008.


Tidak ada komentar: